Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Firman Harian (Surat ke- III)

  Lima firman kecil  Disclaimer :      Sebelum ditemukan huruf kita membaca situasi, setelah ditemukan huruf kita membaca puisi. Firman harian bukan kalimat motivasi, bukan juga kalimat tersinggung. Sangat sulit mengklasifikasikan teks kepada manusia yang sering salah konteks. Teks ini saya buat tanpa ada niat untuk menyakiti, jika merasa terhina mungkin kepala yang berusaha menciptakannya. Kau Seperti menjinakan bom Aku bisa gagal Dan menjadi bilanga Menjadi pecahan (2023)  Jangan Begitu Rambutmu mirip tentara Berbaris rapih menenteng senapan Rindumu bersembunyi dibalik gili Sifatmu bercorak Aku tawanan perang Kau sembunyikan ku dibalik benteng Sebut saja ego Aku berdarah-darah dibangku Tempat kau ikat Lebih baik aku mati Dari pada hidup ditanganmu (2023)  Hari Tua Bersama Puisi Akan kuciptakan puisi yang manis Dari rokok dan batuk Aku ingin pensiun bersama puisi Mendorong rima diatas kursi roda Dahulu rima fasih berdansa Diatas selongsong kertas Kau ...

Firman Harian (Surat ke- II)

Lima firman kecil  Disclaimer :      Sebelum ditemukan huruf kita membaca situasi, setelah ditemukan huruf kita membaca puisi. Firman harian bukan kalimat motivasi, bukan juga kalimat tersinggung. Sangat sulit mengklasifikasikan teks kepada manusia yang sering salah konteks. Teks ini saya buat tanpa ada niat untuk menyakiti, jika merasa terhina mungkin kepala yang berusaha menciptakannya. Harga yang mahal untuk jumpa Angkutan umum meruapakan cara paling minimum,  harga serba mahal apalagi pertamax dan premium.  Bisakah ku bayar jumpa dengan sederhana? Aku ada motor butut dan speaker bluetooth,  kita bisa dekorasi dialog dengan backsound rock,  atau dekorasi yang cantik dengan psychedelic.  (2023) Patriarkis Kau terlalu indie untuk putri,  Kau terlalu putri untuk dikaki sendiri.  (2023)  1000 Pintu Semarang hari apa?  Sekarang kota apa?  Penuh dengan kuning.  Penuh dengan tidur.  Tak perlu seribu.  Adaka...

Firman Harian (Surat ke- I)

Lima firman kecil  Disclaimer :      Sebelum ditemukan huruf kita membaca situasi, setelah ditemukan huruf kita membaca puisi. Firman harian bukan kalimat motivasi, bukan juga kalimat tersinggung. Sangat sulit mengklasifikasikan teks kepada manusia yang sering salah konteks. Teks ini saya buat tanpa ada niat untuk menyakiti, jika merasa terhina mungkin kepala yang berusaha menciptakannya. Nurani Akan ku pasang margin dalam nurani.  Supaya imanku tak pergi kesana-sini.  Lalu kuberdoa.  Untuk bersembunyi dari realita.  (2023)  Selisih Di Bekasi ada polusi.  Di Bandung ada mendung.  Polusi sudah menjadi nafkah.  Mendung sudah menjadi berkah.  (2023)  Kapan?  Cinta yang kekal sudah hidup, cuma belum datang.  (2023)  Tempat Pelarian  Di dasar gelas ada sisa pantai dan laut kecil,  ada dialog yang sesungguhnya harus selesai dan membuahkan hasil.  Sekali-kali gugup diperbolehkan, sebab itu hal y...

Ayat Yang Kucatat Selepas Jumpa

Gambar
     Syair ini terbit selepas peretemuan, baik pertemuan mewah maupun sederhana. Pertemuan tidak selalu berupa obrolan dua arah, bisa saja hanya sekedar jumpa, beradu mata, dan menitip rasa. Semua jumpa yang mempertemukan aku dan dia bukanlah kebetulan. Semua telah direncanakan sedemikan rupa oleh waktu. Hanya butuh sepasang jari-jari untuk merekamnya.                             Selamat untuk kalian telah berjumpa!  Sebab setiap jumpa selalu memiliki makna.                                               Daftar isi: Perayaan patah hati Cinta Hujan dibulan Desember Hati yang terpeleset Kupu-kupu Tahun muda Seragam SMA Kenangan SMA Sepi tanpa dibui Seorang badut Sepi tanpa dibui 17:52 Burung Pak RT Nyanyian jalan Nenekku diatas bangku Ponsel kesayangan Kabari aku Wanita Pua...

Kutitipkan Jerawat Di Wajahmu

Gambar
       Lagi-lagi kamar mandi. Tempat ku mengingat kejadian kemarin dan hari ini. Tempat ku berfikir bagaimana esok dan tempat ku mengingat wajahnya. Di depan sebuah cermin, saat sedang asik-asiknya menyikat gigi aku menyadari bahwa jerawat baru saja lahir diwajah ku, di wajah gemas yang baru melalui masa pubertas. Ku banting sikat gigi dan teriak "BUNDAA!!", Bunda datang "Kenapa nak?", "Wajahku baru saja tumbuh jerawat" Kataku, "itu tandanya ada yang rindu" Jawab Bunda. Jawaban bunda tidak memberikan solusi, setelah sikat gigi akhirnya aku memutuskan untuk membanting Bunda. Dilanjutkan aku dibanting Ayah.                                   Kata penulis:      Sejak sajak dan puisi ini kau baca, sejak itu aku mengucapkan terima kasih banyak. Terima kasih karena kau sudah berani meluangkan waktumu untuk membaca tulisan ini.          ...

Cara Merawat Iman

Gambar
 Kata pengantar Salam sejahtera untuk para pembaca yang senantiasa setia dan berani meluangkan waktunya untuk memahami tulisan ini. Tulisan ke kali sekian saya panjatkan untuk menunaikan perasaan dan kejadian yang telah tertelan. Kejadian mungkin tertelan, tapi perasaan tak akan habis. Perasaan terus mengalir pada setiap keping darah, perasaan terus mengendap dalam daging, perasaan terus hidup didalam dan diluar jasad. Perasaan sudah cukup panjang. Silahkan kau belah tulisan ini dengan hati senang.                                                                   "Dari sekian banyaknya iman. Adakah iman yang paling aman?"                  ~   Pengembala kambing mengambil buku diatas tumpukan rumput gajah dan mengambil pena yang terselip diantaranya. S...