Firman Harian (Surat ke- II)

Lima firman kecil 




Disclaimer :
     Sebelum ditemukan huruf kita membaca situasi, setelah ditemukan huruf kita membaca puisi. Firman harian bukan kalimat motivasi, bukan juga kalimat tersinggung. Sangat sulit mengklasifikasikan teks kepada manusia yang sering salah konteks. Teks ini saya buat tanpa ada niat untuk menyakiti, jika merasa terhina mungkin kepala yang berusaha menciptakannya.








Harga yang mahal untuk jumpa

Angkutan umum meruapakan cara paling minimum, 

harga serba mahal apalagi pertamax dan premium. 


Bisakah ku bayar jumpa dengan sederhana?


Aku ada motor butut dan speaker bluetooth, 

kita bisa dekorasi dialog dengan backsound rock, 

atau dekorasi yang cantik dengan psychedelic. 

(2023)






Patriarkis

Kau terlalu indie untuk putri, 

Kau terlalu putri untuk dikaki sendiri. 

(2023) 






1000 Pintu

Semarang hari apa? 

Sekarang kota apa? 

Penuh dengan kuning. 

Penuh dengan tidur. 

Tak perlu seribu. 

Adakah di simpang satu pintu? 

Apakah di simpang ada namaku? 

(2023) 






Pentingnya Baca Doa

Gombal sedang ngobrol diteras

Malam terasa awet

Sekarang pukul sebelas

Rembulan semakin cerewet


Rembulan itu ibu tiri

Yang paling menyayangi TV

Yang paling menyayangi putri

Yang paling menyayangi suami


Gombal harus pulang

Gombal tak bisa pulang

Gombal terbawa kamar

Gombal terbawa tidur

(2023) 






Perselingkuhan

Ibu telah mendua

Setelah bapak, di dompetnya ada sajak

Sajak lebih manis dari bapak

Yang tak ada senyumnya

(2023)

Komentar