Firman Harian (Surat ke- III)

 Lima firman kecil 




Disclaimer :

     Sebelum ditemukan huruf kita membaca situasi, setelah ditemukan huruf kita membaca puisi. Firman harian bukan kalimat motivasi, bukan juga kalimat tersinggung. Sangat sulit mengklasifikasikan teks kepada manusia yang sering salah konteks. Teks ini saya buat tanpa ada niat untuk menyakiti, jika merasa terhina mungkin kepala yang berusaha menciptakannya.





Kau

Seperti menjinakan bom

Aku bisa gagal

Dan menjadi bilanga

Menjadi pecahan

(2023) 




Jangan Begitu

Rambutmu mirip tentara

Berbaris rapih menenteng senapan

Rindumu bersembunyi dibalik gili

Sifatmu bercorak

Aku tawanan perang

Kau sembunyikan ku dibalik benteng

Sebut saja ego

Aku berdarah-darah dibangku

Tempat kau ikat

Lebih baik aku mati

Dari pada hidup ditanganmu

(2023) 





Hari Tua Bersama Puisi

Akan kuciptakan puisi yang manis

Dari rokok dan batuk

Aku ingin pensiun bersama puisi

Mendorong rima diatas kursi roda

Dahulu rima fasih berdansa

Diatas selongsong kertas

Kau itu penulis, bukan pembaca

Tak masalah jika gigimu tak ada

(2023) 





Tahi Lalat

Itu tahi lalat bapak

Lebih kecil dari kemaluannya

Lebih besar dari panasnya

(2023) 





Peristirahatan Terakhir Untuk Damba

Pada suatu hari

Kasihku takkan sebesar ini lagi

Bunga-bunga yang lalu

Lagu-lagu yang layu

Semua akan terbangun dari mimpi

Tak tidur dalam abaimu

Maaf semisal coklatku tak pantas di gigimu

(2023)







Komentar