Firman Harian (Surat ke- I)

Lima firman kecil 




Disclaimer :

     Sebelum ditemukan huruf kita membaca situasi, setelah ditemukan huruf kita membaca puisi. Firman harian bukan kalimat motivasi, bukan juga kalimat tersinggung. Sangat sulit mengklasifikasikan teks kepada manusia yang sering salah konteks. Teks ini saya buat tanpa ada niat untuk menyakiti, jika merasa terhina mungkin kepala yang berusaha menciptakannya.






Nurani

Akan ku pasang margin dalam nurani. 

Supaya imanku tak pergi kesana-sini. 

Lalu kuberdoa. 

Untuk bersembunyi dari realita. 

(2023) 






Selisih

Di Bekasi ada polusi. 

Di Bandung ada mendung. 

Polusi sudah menjadi nafkah. 

Mendung sudah menjadi berkah. 

(2023) 






Kapan? 

Cinta yang kekal sudah hidup, cuma belum datang. 

(2023) 






Tempat Pelarian 

Di dasar gelas ada sisa pantai dan laut kecil, 

ada dialog yang sesungguhnya harus selesai dan membuahkan hasil. 


Sekali-kali gugup diperbolehkan, sebab itu hal yang berada diluar rencana. 

Wajar, kadang kita membutuhkan tempat pelarian. 

Banyak sekali cara, tetapi asap adalah tempat ternyaman untuk menyembunyikan gelisah, 

tembakau adalah nafas untuk percakapan yang sesak, dan asbak adalah tempat percakapan itu berakhir. 

(2023) 


Komentar