Do'a Sebelum Bercanda
Aku serius ingin bercanda. Kalimat lugas yang kuucap di tempat yang paling sakral, yaitu pos ronda. Memang ukurannya tak sebesar ruang persidangan tetapi tempat ini sering dipakai sebagai tempat ritual untuk ngopi dan main catur. Selain itu pos ronda sering dijadikan wadah diskusi untuk orang-orang yang tak memiliki kompetensi di bidang hakim-menghakimi. Rata-rata dari mereka adalah orang yang berkerja dibidang miskin.
Kembali ke kalimat pembuka doa ini, "Aku serius ingin bercanda" kalimat tersebut diucap lugas oleh Wahyu (seorang tukang ojek) kepada dua orang yang selalu mengintai diwaktu-waktu yang Ia hirup. Orang pertama dosa dan orang kedua pahala, dosa selalu mengamati Wahyu di jari-jari tangan kiri sementara pahala tak seperhatian itu. Rasanya. Wahyu banyak mengamalkan sesuatu yang tak tahu apa kabarnya, dosa mengabari Wahyu tepat waktu sementara pahala tak juga begitu.
Drama Wahyu, dosa dan pahala memang begitu panjang. Dosa dan pahala amat sering berselisih dengan Wahyu, tetapi dosa dan pahala adalah kedua orang yang paling setia pada dirinya, dan tak mungkin Ia mengabaikannya. Pada doa ini Wahyu ingin bercanda dengan khusyuk tanpa melibatkan dosa dan pahala.
Pukul sepuluh
Wajahku dipukul sepuluh
Tulangku tak berdaya untuk ngopi
Padahal seharian sudah diisi mimpi
(2023)
Surat pertama untuk istri
Bulan bersama madu diranjang baru
Tak diganggu sedikitpun dosa
Saat itu aku masih canggung mengucapkan "I love you"
Agaknya sekarang masih
Istriku Alamat
Masaknya tidak terburu-buru
Lisannya berbunyi merah
Ibadahnya lumayan tekun
Jendela kau buka saat fajar belum tampak
Mimpiku terbangun oleh wewangian masak
"Sayang... Kerja!" Ujarnya dengan emosi
Aku terbangun untuk tetap merdu
(2023)
Tukang Ojek
1.1
Tukang ojek ada di setiap tikung
Diguyur gerimis ketepi
Berteduh di gelas kopi
Menjemput dinginnya kopi dengan dialog
1.2
Percakapan; keluhan; kegembiraan
Dari atas jok roda dua
Dijadikan jenaka di pangkalannya
Dijadikan ilmu di keluarga
1.3
Suami saya mandul, pernikahan kami sudah diusia dua dekade masih belum ada momongan
Motor mengantar resah penumpang
Ke dalam haru yang dahsyat
Usai percakapan Ia bersyukur, masih diberi anak yang kurus-kurus
1.4
Senang dan pilu dibonceng ke tuju, tujuannya adalah akhir dialog itu. Ia selalu berusaha menciptakan perjalanan yang bahaya, tapi bahaya belum tentu tak bahagia.
Motornya tak terlalu kencang untuk merdeka, keluarganya tak selalu riang untuk berperang. Setiap hari kami menunggu ragu didepan pintu.
Ojek sudah menjadi tulang punggung keluarga selama bertahun-tahun. Bertahan dengan ragu memang terasa ngilu. Tetapi, sisa dari kami hanya kesederhanaan, jangan dirampas.
Pacul dan penggaris
Ada akar-akar yang bernyanyi merdu memanggil nama Thukul
Ada peluru-peluru yang bersenandung ditubuh sajak
Banyak rima teriak kesakitan
Meminta diampuni kemisikinannya
Pacul berdiri gagah dipinggir sawah
Melihat hijau dan keuangan yang kemarau
Ibu-ibu mengotong kuali ke kantor desa
Tanpa ragu dan tanpa terkecuali
Semua layak dalam bumi
Semua bumi harus layak
(2023)
Tukang Pijat ++
Kabar baik datang dari anak kedua
Dia minta seperangkat alat ibadah
Kabar buruk datang dari anak ketiga
Dia minta Ibunya berhenti
Anak pertama tak ada kabar
Ia sudah sibuk dengan rumah barunya
(2023)
Buah hati pena
Anak pena si Tinta
Tinta si paling tercinta
Dibuai diatas naskah derita
Bercanda adalah obat untuk naskahmu
Kata Tinta yang selalu menggiring teks kearah formal
Sekali-kali formal perlu
Tapi dihidupku kurang berlaku
Bercandalah sampai capek
(2023)
Tanda Kurung
Dalam kurung menandakan kalimat itu pilu
Apakah yang dikurung selalu salah?
Apakah yang dikurung selalu murung?
Apakah yang dikurung selalu burung?
Belum tentu, tetapi selalu gelisah
(2023)
Tukang Siomay
1.1
Siomay itu dari Bandung atau China?
Kalau halus dari Sunda
Kalau kasar dari Priok
Kata Pedagangnya
1.2
Jangan bisnis makanan,
bisnis baju saja
Baju gak basi, kaya siomay
Lantas kau kenapa berjualan siomay?
Bercanda aja
1.3
Saat ini siomay sudah menjadi kebutuhan pokok
Sama halnya dengan rokok
1.4
Pedagang siomay itu mengeluarkan api dari sakunya
Selanjutnya ia mengeluarkan rokok dari hidungnya
Ia jual pertunjukan
Pemuda Payah Yang Membuang Sia-sia Air Matanya Di Pos Ronda Karena Satu Wanita Bahaya
Cinta bisa saja ditolak
Dan diterima
Cinta bisa saja diyakini
Dan dikhianati
Yang tak bisa dari cinta hanya berakhir
Lanjutkan kehancuran
Selesaikan cinta dalam format mata pelajaran
(2023)
Karma sepele
Bangku itu melecehkan penduduk
Posisi dirampas habis
Tak ada lagi tempat untuk santai-satai
Semua berdiri berani
Memperebutkan bangku
(2023)
Wahyu duduk santai di balkon lantai 2 rumahnya, sambil menghisap rokoknya dengan nikmat. Wahyu melayangkan tulisan yang cukup panjang kepada Musim Pancaroba, pacarnya. Bu Yati sedang gelisah, kelihatan dari pose tubuhnya yang selalu mengangkat ponselnya tinggi-tinggi. Wahyu tak acuh dengan kehadirannya, sebab itu tetangga menyebalkan yang selalu membicarakannya di grup ibu-ibu komplek. "Boleh gak saya menghubungkan saluran wifi kerumah kamu? saya mau menghubungi cucu saya" Tanya Bu Yati usai melihat Wahyu. "TETANGGAMENYEBALKAN" Jawab Wahyu. "Dasar anak gatau tata krama!" balas Bu Yati dengan amarah. Wahyu sangat bingung, padahal Ia baru saja memberikan sandi wifinya, tetapi Ia malah mendapat omelan.
Lanjut Wahyu menuliskan wahyu untuk Amarah yang sedang marah padanya.
Aku adalah kehidupan
Tidak mungkin aku sesempurna surga
Jika kau mau masuk surga?
Apa amalan yang telah kau lakukan ke dalam kehidupan?
Kalimat terputus, Wahyu tak dapat melanjutkan aksaranya. Wahyu memerlukan sebatang rokok dan kopi untuk menyempurnakan kata-katanya.
Amarah kesayangan Saya
Amarah pemelihara jerawat
Di sekujur raganya terdapat cantik yang tak terawat
Kasih tak ada untung-untungan
Saya tetap mempertahankan fotonya
Disegala sudut kamar
Amarah si pemelihara rindu
Tak pernah pandai menebus segalanya
Saya adalah figur pertama yang selalu mengejutkan dihari ulang tahunnya
Boneka adalah kedua
Puisi dipangkuan boneka
Basi sepertinya
(2023)
Pemelihara bahaya
Gerangan bunyi itu kembali
Dalam format yang lebih biru
Tangis pertama sangat meriah
Tangisan pertama anak kedua
Bapak ingin membisikkan harapan
Hidup kamu gak sepenuhnya serius!
Hah serius?
Bercanda
(2023)
Efek Rumah Kaca
Gitar tampak sedih di bulan Desember
Nada-nada telah dicuri rintik
Entah yang jatuh ke bumi, daun, atau genteng
Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember, kata Cholil
Hujan tak sebenarnya habis
Hujan memberi jarak untuk gitar
Untuk mencari lagi nada-nadanya
(2023)
Meretas Cuaca
Hari ini cuaca sedang garing
Aspal menghembuskan asap
Kulit menghembuskan keringat
Gelap begitu menyenangkan kala siang
Cantikmu berteduh dibawah payung
Bayangmu bersembunyi dibalik bingar
Cuaca kau retas dengan mantra
Kau lempar matra ke udara
Dimakan sekumpulan bangau yang sedang melintasi awan
Bangau menjadi keracunan mantra
Terkutuknya menjadi hujan
(2023)
Tukang Cakwe
Cakwe itu senderan di kaca nasibnya
(2023)
Menjenguk Bunga
Dua hal yang paling kusuka dari bunga
Kaos polos dan otaknya yang tak polos
Satu hal yang paling kusayangkan dari Bunga
Kehadirannya
Peninggalannya ada di sudut kamar
Boneka, sajak, kemeja dan asbak
Bunga yang asli telah layu
Bunga yang selalu tegak telah palsu
Apa sisa Bunga?
Boneka itu selalu bertanya
Jam besuk selalu habis
Waktumu telah habis
Kau masih bergembira diujung harimu
Kau masih manis ditanya harummu
Kau masih hidup
Aku kuburan yang belum memelukmu
(2023)
Hantu Favorit
Itu hantu favoritku
Namanya insomnia
Berbisik keras dari arah teras
Mengajak merokok sejenak
Hantu favoritku selalu menulis lagu
Di kamar mandi dan cermin
Dengan tinta merah merona
"Baca do'a!" Tulisnya
Insomnia banyak bentuknya
Paling sering berbentuk puisi
Paling kadang berbentuk takut
Paling bengis berbentuk monster
Kata ayah monster hanya ada tiga
Diluar jendela
Dibawah ranjang tidur
Dan Dirimu
Untungnya aku sudah dewasa
Tak perlu melibatkan ayah dalam takut
Tak perlu berpindah kepelukan ibu
Aku punya cara sendiri untuk mengusir insomnia
(2023)
Serigala
Di gelapnya waktu aku bermalam
Setengah malam mimpi belum tercapai
Kau menaiki tebing akal
Mengaum kuat di kepala
Saat purnama total
Aku dandan untuk diterkam
Tanpa berkata
Bulan berkati
(2023)
Wahyu Turun Di Toko Parfum
Standar motor depan standar hidup. Standar hidup yang cukup, asal pakai parfum. Wahyu seleranya woody biar keliatan laki-laki.
Ia ingin wangi yang pas, dengan uang yang kurang, terpaksa wangi harus dicicil. Wahyu akan selalu menjadi yang terwangi, dihidupnya yang setengah-setengah.
(2023)
Wahyu ingin pergi ke sosial media untuk menghindari hal-hal yang membuatnya jatuh cinta. Amarah, adalah nama pacarnya yang selalu membuatnya jatuh cinta berkali-kali, cinta dengan Amarah. Wahyu hanya menasihatinya begini "Amarah nanti kau kehilanganmu". Hidup Wahyu hanya begitu-gitu saja, kalau tidak pahala, dosa, ya drama.
Komentar
Posting Komentar