Naskah Porno
"Anjing" Ucap si Ucup kepada beliau, kepala sekolahnya yang sudah sedikit rambutnya. "Aku akan membuat sekolah yang megah! Untuk kata-kata yang berwajah usang dan nama-nama yang tak pernah mendapatkan kasih sayang”. Ucup tak peduli seberapa banyak jumlah uban dan seberapa dikit jumlah rambut, yang Ia tahu kedewasaan adalah seberapa kuat untuk memegang jawaban yang tak tanggung-tanggung. Ucup hari itu juga mendapatkan surat cinta dari beliau, itu surat OD yang diberikan kepada Ucup karena kapasitas keberaniannya yang sudah melampaui gerbang sekolah. Ucup pulang ke rumah dengan senyum riang nelangsa, Ia harus memberikan surat cinta kepada ibunda di kursi roda. "Tidak apa-apa nak, melawan adalah bagian dari hidup" ibu menasehatinya dengan gigi yang tak jelas. Ucup tetap menagis sambil mencium telapak kaki kasar tanpa surga.
Ucup mengambil mesin ketik diatas lemari bajunya, Ia mendapati mesin itu ditumpukan surat kabar dari mantannya yang sudah bahagia di dimensi yang berbeda. Mantannya paling lihai dalam memangkas kata, terdapat 4012 surat cinta yang telah dikoleksi dipelukan debu atas lemari bajunya. Meski isinya bualan, Ucup tetap melihat itu sebagai hal yang manis, karena surat itu telah berhenti. Ucup berniat melanjutkan surat-surat itu, tetapi apalah daya, Ucup hanyalah malaikat biasa dengan lisan kotor yang lantang.
Semenjak dikeluarkan dari surga ucup tak melanjutkan sekolah. Ucup fokus menulis surat cinta untuk kekasihnya. Selama 2 tahun ucup menggeluti kenangannya, tak ada satupun penerbit yang mau mengeluarkan bukunya. "Sampah!" Kata salah satu staf penerbit yang membaca tulisan porno yang Ucup buat. Akhirnya Ucup memutuskan untuk menjual bukunya sendiri.
Seksi kerohanian
Di
dalam
Jiwa
yang
Seksi
terdapat
Tubuh
yang
Api
(2023)
Seksi Keimanan
Nurani pakai bikini
Lingkungan berpesan
Nurani jangan lupa tutup aurat!
Sungguh tak aman
Mata genit fauna
Tak bisa dijaga
Nurani lekas pergi antisipasi
Pakai busana perang romawi
(2023)
Seksi Keberhasilan
Biotik melirik kanan kiri
Abiotik adalah indikasi
Keberhasilan kebersihan seperti apa?
Seperti janji-janji porno
Buanglah kasih sayang pada tempatnya!
Pak Rt tegas menyeru
Persahabatan lele dan sapu-sapu rapuh
Kekeluargaan nyamuk jadi satu
Pak rt kewalahan melawan jentik-jentik
Seperti bertemu lawan politik
(2023)
Seksi Kedisiplinan
Aku mencintaimu, namun perasaan ini tak tertib.
(2023)
Pajak
Siapa orang yang paling bijak
Selain orang yang tertib pajak?
(2023)
Pemerintah
Harusnya kau ubah nama
Jadi Perdamaian
Aku sudah bosan diperintah
Aku bukan hamba sahaya
Sebelum kau ubah namamu
Aku belum merdeka
(2023)
Genre baru puisi
Puisi menggonggong liur
Anjing bukanlah nama kotor
Sampai jadi sebuah naskah, jorok itu abadi dikepala orang bodoh.
Di depan gerbang surga
Anjing duduk bersama Tuhan membicarakan amal-amalnya
Yang tak biasa Ia sebarkan ke kalangan anjing lainnya
Pahala duduk di bulunya
Lidah bahaya di lisannya
Tafsir bahaya di bodohnya
(2023)
Amin
Kadang kita menerjemahkan suara kucing
Sampai menceritakan kisah yang paling anjing
Rutinitas yang kita peluk sehari-hari
Kau sedang dimana?
Apa lagi?
Sudah makan atau dimakan?
Aku tak tahu disana ada kolam susu
Dengan barikade permata
Dan ikan salmon
Kalau kau sudah lelah berjalan, istirahatlah dineraka
Disana banyak kerabatku yang belum fasih menunaikan nakal
Belum selesai menunaikan larang
Kembalilah kepadaku kelak
Dengan aurat yang terjaga
Dengan nama yang sama
(2023)
Tai Kalian
Kawan-kawan seperti kotoran
Kita pernah rayakan lelah
Dengan tawa-tawa sederhana
Dari saling olok
Hingga ngomong-ngomong jorok
Kita pernah kumpul tak serius
Tak ada radius
Dulu uang kita selisih
Agar tidak bertengkar
Satu sama rokok
(2023)
Tertindas
Argumenku tertindas di ruang kelas
Guru tak membela papannya
Teman-teman sisa dua pelajaran
Seragam sudah tak tertib ditubuh
Sisa aku dan pembelaan yang masih gagah
Satu jari tengah kusarangkan diwajahnya
Mencoreng bagian emosionalnya
Gaduh adalah bagian dari waktu
Waktu tercipta dari gaduh-gaduh yang humoris
Memang tak semua masalahnya dapat diselesaikan dengan cium
Karena kita adalah pria yang diciptakan lemah lembut wanita
Kita tak akan jadi apa-apa sewaktu kita goblok
(2023)
Anak muda
Namanya juga anak muda, wajar kalo keliru
Pilah-pilih pasangan saja masih susah apalagi pilah-pilih iman?
Untuk sekarang dan selanjutnya pos ronda tak selamanya
Silahkan cari tempat berlindung
Untuk tidur yang serius
Dan mimpi yang fana
Lain kali kau pasang insomnia dalam mata
Supaya tak hanya mimpi
(2023)
Siap-siap
Keluargamu akan ku bangun lewat takdir yang berhenti. Akan kuberi petunjuk takdirmu agar tak salah berhenti. Jangan terlalu kencang di catatan Tuhan. Pesan ku yang kau dengar dengan buru-buru.
Aku tak pernah memelihara gelisah, sebab tak mungkin kau lewati sesuatu yang kau sayangi. Seperti Bunga yang tak pernah melewati layu. Ngomong-ngomong, bunga yang ku tanam didepan meja kerjamu masih ada?
(2023)
Setengah tulisan Ucup terengah-engah kesenangan. Tulisannya meminta kepada aquarium didepannya untuk melihat gerak ikan dan kura-kura. Seketika terdiam kala kura-kura itu berbisik lapar. Ucup mengambil ulat-ulat kering dan jamnya yang mati. Katanya kura-kura takan setia pada detik, hanya karena lapar ia meminta untuk disayang sejenak.
Tulisan masih belum bisa diselesaikan, karena dosa-dosa yang Ia buat saat seperempat bulan. Ucup sesekali memaling fokus ke jeans yang Ia koleksi dibelakang pintu atau poster musisi yang Ia sembah. Kadang Ucup yakin bahwa tulisannya akan percaya padanya, waktu tulisan itu bernafas mengangkat senjatanya dari catatan. Tulisan menuntutnya untuk menyelesaikannya malam itu. Tetapi kepalanya rumit memikirkan nafas yang terus berdetak kadang mengenyampingkan kebutuhan primernya. Ucup sadar tulisan takan istirahat, mereka selalu bersenandung dalam catatan kosong yang ingin dipuja disetiap waktu. Tulisan akan diselesaikan dalam cinta yang rampung.
Potensi
Jangan berhenti berani
Jangan takut percuma
Kau lahir lantang
Kau lahir untuk pantang
(2023)
Isak Tangis
Apa itu air mata yang kau sembunyikan dibalik sosial media?
Apa itu sendu yang kau sembunyikan dibelakang kamera?
Apa itu senang yang kau tahan saat hitungan potret?
Kau terlalu mengelabui layar sehingga kau lupa arti tulus
Kau terlalu mencintai sementara sampai-sampai kau harus melahirkan bulus
Kau terlalu memelihara palsu akibatnya kau berdiri tak asli
(2023)
Problematik
Pipimu berlinang cemburu
Senyum kaktus tajam ketus
Wajahmu biru ragu-ragu
Abai seharian melambai
Bagaimana kau kepadaku?
Bagaimana ku kepadakau?
Kau harusnya lebih fasih
Problematik masih cantik
Kau merias
Di depan cermin buas
Kata-kata keras kepala
Aku masih terpaku
Diatas kayu
Untuk menebus segala cemburu
(2023)
Internetku kencang
Kau menciptakan bahaya-bahaya
Aku mengintip di jendela pukul dia
Menunduk di bawah kasur yang penuh jenuh
Aku takut membuka ponsel
Ada notifikasi dengan cantiknya diksi
Kebohongan telah menjadi lumrah
Internetku kencang
Bisa kupakai secara lancang
Bisa kaupakai untuk kepentingan lajang
(2023)
Kios
Pagi rolling door bersiap menjemput rezeki, wajahnya masih loyo dan angkuh bagi orang yang tak paham akannya.
Bau wajan sudah tercium dalam radius dua puluh menit, isinya wangi-wangian rezeki dan berkah hari itu.
Burung bernyanyi di kabel tempat listrik menyalurkan pengetahuan ke banyak orang, "tersenyumlah waktu" kata tukang jamu waktu lewat jalan rusak.
Kapan kayu-kayu itu tumbuh besar menjadi penyair, penulis rindu pada kata yang terpojok dimakan ulat.
Setidaknya ada waktu kosong malam ini untuk keluarga kecil yang ingin berbagi haha-hihi, anaknya sangat merindukan waktu itu.
Rezeki hari ini harus dibalas capek, siapa berani lawan itu? Ajak rekan-rekan untuk sepakat.
(2023)
Pintu Berikanlah Kami
Pintu berikanlah sembunyi kecil
Agar kami paham rasa hampa
Tak bisa diukur oleh ramai
Rindu berilah pintu jarak
Supaya paham akan kelak
Suatu saat akan sejenak
Berilah kami sepasang benci
Untuk melahirkan syukur
Untuk menggugurkan takabur
(2023)
Petani
Sapi dan petani
Kedua kata yang saling mencintai
Petani dan traktor
Kedua kata yang masih mencintai
Sapi patah hati
Posisinya diambil alih
Murung di kandang menjilat
Rumput di ladang dijilat
Perusahaan menikahi petani
Dengan iming-iming nyaman
Dengan maskawin seperangkat alat produksi
Dibayar nanti
Bagaimana para petani?
Sah?
(2023)
Bangku Sekolah
Di kampung sebelah sekolah
Ada suara tangis
Yang jauh dari akademis
Di sekolah ada fasilitas kurang pas
Kemana oksigen kelas?
Kemana warna-warni lapangan?
Di pojok kelas ada cemas
Si bocah yang mudah tersinggung
Gagah berdiri merundung
Di ruang TU ada perselingkuhan
Antara uang dan peluang
Antara murid dan gelisah
(2023)
Jalan rusak
Jalan tempat biasa kami
Sudah tidak terilhami
Lalu lalang orang-orang
Lalu lalang terang
(2023)
Pahlawan
Pria itu gagah di pusat kota
Melihat lalu lalang yang tak tahu siapa Ia
Siapa peduli?
Ia hanya berhala berkaki
Peluru sudah mengkristal di dagingnya
Darah sudah kering di merahnya
Siapa yang disini sudah merdeka?
Coba angkat senjata!
(2023)
Anjingku
Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
Enam
Tujuh
Delapan
Sembilan
Sepuluh
Yang ayah ajarkan sebelum aku bisa berjalan diatas pisau
Ujung jariku masih mungil
Ayah masih menuntut lembut cara hidupku ketika matiku sudah pasti
Seragam ayah masih seragam belum heterogen
Dasi ayah sudah kotor, pas ibu memeriksanya diranjang tempat mereka melahirkanku
Anjingku yang dulu seukuran rahim sekarang sudah sebesar gaji ayah
Dan kami hidup sejahtera dibawah tekanan
(2023)
Cara Menulis Puisi Jorok
Kelamin ayahku canggih bisa melahirkan angka-angka yang tak terjamah.
Kelamin tetanggaku rupawan sekali sampai-sampai aku menjadikannya salah satu aksara dalam puisi.
Kelamin dan fikiran dua-duanya hal yang sejalan, ketika air seni turun di awan-awan kebelet.
Akan kujadikan kalimat porno ode ini tanpa sepengetahuan tetangga, rumah sebelahan tetapi rahasia berjauhan.
Terima Makasih atas diksi, jorokmu akan ku imani agar tak angkuh dihadapan Tuhan.
Sebab jorok adalah kaki kalimat yang akan berjalan menuju rumah kerabat, meminta sedikit air.
Kalimat terjorok adalah wanita itu, yang pernah membuatku teriak kontrol, teriak yang terjaga, amin.
(2023)
Tulisan-tulisan yang ucup ukir dengan harsa akhirnya menghakimi takdirnya. Vonis jatuh, menyatakan, hidupnya akan bahagia apabila Ia lebih jujur pada mau. Tak ada lagi yang peduli padanya kecuali kata-katanya, meskipun kadang palsu tetapi kadang membantu. Guru-gurunya,buru-burunya adalah pengalaman yang sesak menuntun pada keputusan bodoh. Ucup tak akan mati oleh sementara.
Komentar
Posting Komentar